Senin, 13 November 2017

Nama                           : Dila Afdila, S.Pd.
Mata Pelajaran            : Geografi
Kelas                           : X IPS 1 – 2
Pertemuan                   : 11, 12, 13, 14

PENELITIAN GEOGRAFI

KOMPETENSI INTI YANG AKAN DI CAPAI :

3. Memahami ,menerapkan,menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
    prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
    teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
    kebangsaan, kenegaraan,dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
    kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
    spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KOMPETENSI DASAR YANG AKAN DI CAPAI :

3.2  Menganalisis langkah-langkah penelitian geografi terhadap
       fenomena geosfera.

A.  PENELITIAN GEOGRAFI

      Penelitian Geografi merupakan salah satu jenis penelitian yang berkembang saat ini dengan melakukan penelitian yang sistematis terkontrol empiris, dan penyelidikan kritis dari proposisi hipotesis tentang hubungan yang diperkirakan antara gejala alam. Penelitian disebut sistematis bila mengikuti langkah- langkah atau tahapan yang dimulai dengan mengidentifikasi masalah , menghubungkan masalah tersebut dengan teori yang ada, mengumpulkan data, menganalisis dan menginterprestasi data, menarik kesimpulan dan menggabungkan kesimpulan.

     Ciri khas Penelitian Geografi menggunakan Konsep, Prinsip dan Pendekatan Geografi dalam mendapatkan masalah penelitian terhadap gejala alam maupun sosial, dan memecahkan permasalahan dengan sudut pandang keruangan, kewilayahan dan kelingkungan.

Studi geografi berkenaan dengan sebagai berikut :
1.    Permukaan bumi (geosfer)
2.    Alam lingkungan (atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer)
3.    Umat manusia dengan kehidupannya (antroposfer)
4.    Penyebaran keruangan gejala alam dan kehidupannya termasuk persamaan dan perbedaan
5.    Analisis hubungan keruangan gejala- gejala geografi di permukaan bumi

Dalam studi geografi memiliki ciri khas dalam penelitian khususnya dalam ketrampilan dan kemampuan terutama dalam berkenaan dengan segi praktis adalah
1.     Pembuatan dan penggunaan peta yang berkaitan analisa pendekatan  keruangan, wilayah dan kelingkungan untuk analisa gejala geosfera yang meliputi penyebaran jenis tanah, jenis vegetasi, pemukiman, penduduk jaringan jalan, pola aliran sungai, dan jenis pertanian yang digunakan pemanfaatan interprestasi dan analisa peta

2.     Observasi lapangan, kemampuan observasi dilapangan memberikan data yang akurat yang lebih besar yang tidak dapat terbaca lewat peta dan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan dalam penelitian geografi. Mencatat dan meneliti obyek penelitian di suatu wilayah berarti bahwa secara bersama –sama  diadakan pemetaan daerah tersebut dengan observasi lapangan.
3.     Dokumentasi; kecakapan dalam menyusun dokumen hasil penelitian dan foto serta peta daerah penelitian yang di peroleh dilapangan memberikan informasi yang akurat dan bukti untuk analisa penelitian geografi.

4.     Penentuan Model dari Hasil Analisa Penelitian Geografi.
Hasil analisa dari studi penelitian geografi memberikan interprestasi data yang dapat di gunakan untuk menentukan model atau gejala geosfer yang terjadi di wilayah tertentu dengan pendekatan keruangan, kewilayahan dan kelingkungan.  Model ini dapat berupa pola penyebaran maupun gambar, grafik dan diagram.

B.  METODE PENELITIAN GEOGRAFI

     Metode yang di gunakan dalam Penelitian Geografi menggunakan pendekatan – pendekatan
     sebagai berikut :
1.       Pendekatan keruangan (dalam studi geografi harus tetap menggunakan prinsip dan
pendekatan keruangan :
 a) Pendekatan Topik (yang menjadi perhatian kita),
 b).Pendekatan Aktivitas manusia (berkenaan dengan aktivitas penduduk dan interelasinya)

2.       Pendekatan ekologi (berkenaan dengan interelasi manusia dengan lingkungannya)

3.       Pendekatan kronologis (berkenaan dengan pengkajian geografi yang perkembangannya dinamis )

4.       Pendekatan system (berkenaan dengan kajian suatu masalah sebagai bagian dari keseluruhan masalah yang besar, dengan melihat secara keseluruhan)

C.  LANGKAH- LANGKAH PENELITIAN GEOGRAFI

Untuk mempelajari ciri- ciri gejala- gejala alam dan dampak yang ditimbulkannya di perlukan penelitian dan analisis geografi agar dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Metode penelitian geografi yang di gunakan memiliki langkah- langkah penelitian geografi sebagai berikut :

a.       Perumusan dan pernyataan masalah penelitian geografi

Penelitian geografi selalu berkaitan dengan apa (berkaitan dengan gejala geosfer) dimana (berkaitan dengan lokasi dan wilayah) dan mengapa (berkaitan dengan interelasi dan hubungan mengapa hal itu terjadi). Untuk mendapatkan penemuan masalah maka diperlukan langkah sebagai berikut :
-          Banyak membaca buku yang berkaitan dengan bidang kita dan mengkiritisinya
-          Mengadakan pengamatan dari situasi dan gejala alam yang terjadi di sekitar kita
-          Menghadiri forum- forum ilmiah yang berkaitan dengan bidang kita
-          Mengunjungi perpustakaan untuk memperoleh topic masalah dan penelitian ilmiah
-          Mengidentfikasi pengalaman pribadi yang berkaitan dengan topic masalah
-          Sharing dengan para pakar untuk memperoleh topic masalah




b.      Perumusan tujuan penelitian

Perumusan tujuan penelitian selalu berkaitan dengan masalah yang akan di teliti sehingga akan memberikan manfaat untuk pengembangan bagi si peneliti dan pengetahuan pada umumnya. Tujuan penelitian merupakan keinginan –keinginan peneliti atas hasil penelitian dengan mengetengahkan indicator- indicator yang hendak di temukan dalam penelitian , terutama yang berkaitan dengan variable penelitian.



c.       Penyusunan hipotesa penelitian

Hipotesis penelitian merupakan perkiraan temuan yang berdasarkan pengamatan sementara atau anggapan kita tentang topic atau masalah penelitian tersebut. Karena sifatnya sementara maka di perlukan pembuktian melalui data empiric yang terkumpul atau penelitian ilmiah. Hipotesis harus dibuat dalam setiap penelitian yang bersifat analitis, dan harus dirumuskan dalam kalimat positip dan tidak boleh dirumuskan dalam kalimat tanya, menyeluruh atau menyarankan dan mengharapkan.

d.      Penentuan populasi dan penarikan sampel

Populasi merupakan obyek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat- syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Sedangkan sampel merupakan sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Keuntungan menggunakan sampel antara lain :
-          Memudahkan peneliti untuk jumlah yang lebih sedikit
-          Penelitian lebih efisien (hemat dana, waktu dan tenaga)
-          Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data
-          Penelitian lebih efektif dengan tidak merusak bahan yang ada untuk menjaring populasi yang jumlahnya banyak.

e.       Teknik pengumpulan data dan Informasi Geografis

1)    Metode Observasi dan Studi lapangan
      Langkah- langkah yang di lakukan dengan upaya terjun langsung ke lapangan   
     dengan melakukan pengamatan dan melakukan pengukuran di lapangan untuk
     mendapatkan data geografi.

2)    Metode Pemetaan.
     Langkah yang dilakukan dengan identifikasi dan pengamatan peta untuk
     mendapatkan data serta informasi geografis sehingga mendapatkan gambaran dari
     tempat, pola,  dan ciri- ciri unsur geografi.

3)    Metode Penginderaan Jauh (Citra Foto Udara/Satelit)
     Langkah yang dilakukan dengan mengidentfikasi dan pengamatan citra foto atau
     satelit untuk mendapatkan gambaran dari tempat, pola dan ciri- ciri unsur geografis.
     Kelebihan dengan metode ini dapat mengidentifikasi permukaan bumi yang sulit
     dijangkau.


 4).  Metode Komputerisasi (Penggunaan Program ArcView GIS dan Map Info)
       Langkah ini menggunakan hadware computer dengan penggunaan software
        Arcview GIS dan Map Info. Dengan metode komputerisasi maka dapat lebih
       mudah dalam menganalisis informasi maupun pencarian data geografis sekaligus
       dalam penyajian data computer

 5).   Metode Wawancara atau interview
        Langkah ini dapat diperoleh dengan melakukan wawancara dengan obyek yang
        di teliti yakni manusia. Metode ini dapat di lakukan dengan tanya jawab untuk
        memperoleh kelengkapan data dan informasi yang tidak didapatkan dari
        pengamatan dilapangan.

6) Metode Studi Kepustakaan.
        Langkah ini di pergunakan untuk mendapatkan kelengkapan data dari haasil
        penelitian sebelumnya atau mengkaji dari konsep atau teori yang berlaku dan
        berkembang saat ini.

f.        Analisa dan interprestasi data

Gejala, fakta dan kenyataan geografi hakekatnya adalah merupakan informasi yang bersifata kualitatif namun kesimpulan penelitian geografi harus berbentuk keputusan yang eksak dan obyektif ke dalam bentuk angka atau kuantitatif. Dalam analisa geografi di terapkan metode analisis kualitatif (informasi data dari bentuk gambar, bagan, diagram , potret dan peta) dengan analisa perbandingan, relasi interelasi, interaksi dan Metode kuantitatif dengan mengolah dan interprestasi data yang berbentuk angka dengan perhitungan matematik dan statistik.

Metode dan analisis data penelitian yang merupakan ciri khas geografi adalah :
1)       Analisa Lokasi (Letak lokasi absolute dan relative /bujur dan lintang) yang menunjukkan karakteristik daerah tertentu.
2)       Analisa Penyebaran (Pola Penyebaran)
3)       Analisa Interaksi dan Difusi Keruangan (pergerakan penduduk, transportasi, aktivitas ekonomi)

Teknik Geografi dalam Analisa Data yang di gunakan dalam penelitian geografi adalah :


1.       Teknik Pemetaan
Menggunakan peta sebagai bahan analisis seperti : luas lokasi penelitian, jarak lokasi,
contoh : luas daerah bencana akibat dampak dari bencana, jarak kota terdekat dengan lokasi bencana.
Didalam penelitian geografi  selalu menggunakan peta di dalam setiap laporan yang dibuat, baik lokasi penelitiannya, maupun dalam analisa keruangannya.
2.       Teknik Sistim Informasi Geografi

      Sistim informasi Geografi merupakan cara yang paling baik dalam analisis data geografi karena sistim ini menggunakan untuk berbagai informasi baik data peta maupun data lapangan atau observasi.
      Sistim Informasi Geografi ini menggunakan sistim komputerisasi sehingga sekaligus data di analisis dan menghasilkan data output yang akan di gunakan oleh seorang peneliti geografi. Hasil dari analisis berupa peta dan analisis dari input data yang di masukkan ke dalam program Sistim Informasi Geografi misalnya : Arc View GIS atau Map Info
      Contoh :

g.      Penarikan kesimpulan hasil penelitian/Laporan penelitian
Merupakan hasil dari analisa data yang dilandasi oleh masalah dan hipotesa tujuan penelitian yang bersifat teori (bermanfaat untuk pengembangan keilmuan geografi) dan praktis dengan penemuan- dllpenemuan baru yang dapat diterapkan bagi kepentingan kehidupan manusia.




 Post Test
·         Carilah Judul- Judul Penelitian Geografi di Internet atau jurnal
·         Buat Penelitian Geografi yang sederhana dengan topic masalah yang terjadi di sekitar lingkungan anda. Mis. banjir, pemukiman kumuh, gempa,  dll



Jumat, 25 Agustus 2017

PENGERTIAN, JENIS DAN KOMPONEN PETA


A. Pengertian Peta
 
  • Peta adalah gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi dengan perbandingan tertentu.  Perbandingan tertentu yang dimaksud adalah skala. Skala mempunyai arti perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Peta dibuat dengan skala tertentu supaya dapat menggambarkan keadaan di permukaan bumi dengan ukuran yang tepat.
 
  • Kumpulan peta yang dibukukan disebut Atlas.
 
  • Ada pula peta yang dibuat di permukaan bulat yang disebut globe. Globe disebut juga dengan bola dunia.

B. Jenis Peta
 
Peta ternyata sangat beragam. Berdasarkan kegunaannya peta dibedakan menjadi dua, yakni:

1. Peta Umum

Peta umum disebut juga dengan Peta Topografi. Peta umum merupakan peta yang menggambarkan keadaan umum dari suatu wilayah. Keadaan umum yang digambarkan meliputi objek atau kenampakan alam dan buatan. Objek alam misalnya gunung, sungai, dataran rendah, dataran tinggi, dan laut. Objek buatan misalnya kota, jalan dan rel kereta api. Peta Indonesia yang sering dipajang di dinding kantor atau sekolah-sekolah merupakan contoh peta umum. Peta Indonesia pada contoh di atas juga termasuk peta umum. Peta umum biasa digunakan untuk belajar di sekolah, untuk kepentingan kantor dan wisata.

2. Peta Khusus

Peta khusus merupakan peta yang menggambarkan data-data tertentu di suatu wilayah. Peta khusus disebut juga dengan Peta Tematik. Contoh peta khusus adalah:
a. Peta Persebaran Fauna di Indonesia
b. Peta Persebaran penduduk di Indonesia
c. Peta Curah hujan di Indonesia.

C. Komponen Peta

Peta memiliki kelengkapan penting agar mudah dibaca dan dipahami. Kelengkapan tersebut dinamakan komponen peta. Komponen-komponen peta antara lain sebagai berikut:
1. Judul peta
Judul petamerupakan identitas atau nama untuk menjelaskan isi atau gambar peta. Judul peta biasanya terletak di bagian atas peta. Judul peta merupakan komponen yang penting. Biasanya sebelum memperhatikan isi peta, pasti seseorang terlebih dahulu membaca judulnya.

2. Legenda
Legenda merupakan keterangan yang berisi gambar-gambar atau simbol-simbol beserta artinya. Legenda biasanya terletak di bagian pojok kiri bawah peta

3. Skala
Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Misalnya skala 1 : 2000 Skala ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 2000 cm.

4. Simbol
Simbol merupakan lambang-lambang atau gambar yang menunjukkan obyek alam atau buatan. Simbol peta harus memenuhi tiga syarat yakni sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum. Berikut ini adalah simbol-simbol yang biasa digunakan pada peta.

5. Mata angin
Mata angin merupakan pedoman atau petunjuk arah mata angin. Mata angin pada peta biasanya berupa tanda panah yang menunjuk ke arah utara. Mata angin sangat penting keberadaanya supaya tidak terjadi kekeliruan arah.

6. Garis astronomis
Garis astronomis merupakan garis khayal di atas permukaan bumi. Garis astronomis terdiri dari dari garis lintang dan garis bujur. Garis lintang merupakan garis dari timur ke barat sedangkan garis bujur merupakan garis dari utara ke selatan.

7. Garis tepi
Garis tepi merupakan garis yang dibuat mengelilingi gambar peta
 menunjukkan batas peta tersebut.

8. Tahun pembuatan peta
Tahun pembuatan peta menunjukkan kapan peta tersebut dibuat. Dari tahun pembuatan kita dapat mengetahui peta tersebut masih sesuai atau tidak untuk digunakan saat ini.

9. Inset peta
Inset peta merupakan gambar peta yang ingin diperjelas atau karena letaknya di luar garis batas peta. Inset peta digambar bila diperlukan.

10. Tata warna
Tata warna merupakan pewarnaan pada peta untuk membedakan obyek satu dengan yang lainnya. Misalnya warna coklat menunjukkan dataran tinggi, hijau menunjukkan dataran rendah dan biru untuk menunjukkan wilayah perairan.


Mengenal Bumi

Bagaimanakah Bentuk Bumi menurut Orang-orang Zaman Dahulu?

Waktu kecil, aku pernah melihat film yang menggambarkan tentang anggapan manusia terhadap kondisi pada zaman dahulu. Sayang aku lupa judul filmnya. Sayangnya lagi film-film seperti itu saat ini hampir tidak ada lagi sehingga kadang sulit memberikan gambaran kepada para siswa ketika menjelaskan tentang anggapan manusia zaman dahulu terhadap bentuk dan kondisi bumi.
Zaman dahulu, ketika pengetahuan dan teknologi tidak semaju sekarang, manusia di berbagai belahan bumi memiliki anggapan yang beragam mengenai bentuk bumi. Bagi orang-orang zaman dahulu dimana tidak terdapat pesawat terbang ataupun tidak mengenal/familiar dengan kapal dan laut/samudera, apa yang ada di seberang laut/samudera adalah sesuatu yang misterius.
Bentuk Bumi Tidak Bulat
Penggambaran Bumi datar yang dinaungi kubah langit.
Sebenarnya hanya permukaan atasnya yang ‘datar’.

Sumber gambar: http://people.howstuffworks.com/creationism1.htm
Sekarang, kita telah mengetahui bahwa bumi berbentuk bulat. Pada masa sekarang, tidak ada orang yang menyangkalnya karena dapat dibuktikan dari foto-foto yang diambil dari satelit luar angkasa. Tetapi, kira-kira 500 tahun yang lalu, orang-orang Eropa masih beranggapan bahwa bumi berbentuk datar dengan pinggiran berupa lautan. Laut ini akan tumpah di tepi bumi.
Kira-kira 4000 tahun lalu orang-orang Mesir mengganggap bahwa bumi, atmosfer (udara), dan langit adalah bentuk dari dewa. Dewa udara memisahkan dewa langit dan dewa bumi. Dewa langit digambarkan sedang naik pesawat menyeberangi matahari dan bulan. Orang-orang Mesir juga beranggapan bahwa langit adalah tempat yang tinggi yang disangga oleh gunung-gunung. Disanalah para dewa tinggal. Sedangkan bintang-bintang digantungkan di langit.
Kira-kira 3000 tahun yang lalu, orang-orang Babilonia mengira bahwa langit adalah kubah yang disangga oleh gunung. Matahari dan bulan yang tenggelam di barat memasuki terowongan di dalam gunung. Sedangkan orang India beranggapan bahwa bumi ini lautan yang datar yang di tengah-tengahnya terdapat gunung besar, dikelilingi oleh matahari dan bulan. Selain itu, mereka juga beranggapan bahwa bumi ditopang oleh 100 ekor gajah. Gajah itu menaiki kura-kura dan ular yang merupakan penjelmaan dewa. Apabila terjadi gempa bumi, gempa tersebut disebabkan oleh gerakan gajah-gajah tersebut.
Gambaran Bumi ditopang gajah dan kura-kura
  
Bumi Itu Bulat
Bila memang benar bumi itu datar, maka hal-hal berikut ini tidak dapat dijelaskan.
1.  Bintang kutub utara (bintang yang hanya terlihat daru daerah di sebelah utara khatulistiwa, sepanjang tahun tidak bergerak sehingga dapat dipakai sebagai petunjuk arah utara) akan terlihat turun ketinggiannya kalau kita bergerak ke selatan.
2.    Kalau kita berdiri di pantai dan melihat kapal meninggalkan pelabuhan, maka yang akan hilang dari pandangan terlebih dahulu adalah bagian perut kapal.
Berdasarkan hal di atas maka seorang ahli filsafat Yunani bernama Aristoteles (384-322 SM) menyimpulkan bahwa bumi berbentuk bulat.
Orang yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa bumi itu bulat adalah seorang ahli matematika bernama Pythagoras (570 tahun sebelum masehi). Ini terjadi saat dia melihat bayangan bumi di bulan pada saat terjadi gerhana bulan. Pada saat terjadi gerhana bulan, permukaan bulan tertutup oleh bayangan bumi sehingga menjadi gelap.
Bumi Bulat
Apa sebab bumi, seluruh planet, satelit, dan bintang berbentuk bulat?
Benda angkasa seperti bumi mulanya terjadi dari kumpulan gas dan debu yang menjadi batu. Batu ini saling tarik-menarik dan bersatu menjadi batuan yang lebih besar yang akhirnya menjadi benda angkasa. Gaya tarik-menarik terjadi ke segala arah secara merata. Akhirnya, semua benda langit mempunyai bentuk dengan volume besar dan luas permukaan terkecil, yaitu bentuk bola.
Need to Know!
Keliling bumi pada garis khatulistiwa ialah 40.077 km.
Bumi berputar dengan kecepatan di daerah khatulistiwa sebesar 1.660 km/jam.
Sumber:
Fujio, Fujiko F. 1999. Ekspedisi Doraemon Menjelajahi Bumi. Jakarta: PT Gramedia.

KONSEP GEOGRAFI

10 konsep geografi:

1. Lokasi, adalah konsep utama yang akan digunakan untuk mengetahui fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi atas :

  •  Lokasi Absolut, lokasi menurut letak lintang dan bujur bersifat tetap.
  •  Lokasi Relatif, lokasi yang tergantung pengaruh daerah sekitarnya dan sifatnya berubah.

2. Jarak, yaitu panjang antara dua tempat. Terdiri antara atas :

  •  Jarak Mutlak, satuan panjang yang diukur dengan kilometer.
  •  Jarak Relatif, jarak tempuh yang menggunakan satuan waktu

3. Keterjangkauan, menyangkut ketercapaian untuk menjangkau suatu tempat, sarana apa yang digunakan, atau alat komunikasi apa yang digunakan dan sebagainya.

4. Pola, berupa gambar atau fenomena geosfer seperti pola aliran sungai, pola pemukiman, lipatan patahan dan lain-lain.

5. Morfologi, menunjukkan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen yang membentuk dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan.

6. Aglomerasi, pengelompokan fenomena di suatu kawasan dengan latar belakang adanya unsur-unsur yang lebih memberi dampak positif.

7. Nilai Kegunaan, manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang.

8. Interaksi Interdependensi, keterkaitan ruang antara satu dengan yang lain, misalnya interaksi antara desa dengan kota.

9. Diferensiasi Area, daerah-daerah yan terdapat di muka bumi berbeda satu sama lain. Dapat dicermati dari corak yang dimiliki oleh suatu wilayah dengan wilayah yang lainnya.

10. Keterkaitan keruangan, hubungan antara penyebaran suatu unsur dengan unsur yang lain pada suatu tempat.

Minggu, 16 November 2014

tanah

Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.
Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.
Ilmu yang mempelajari berbagai aspek mengenai tanah dikenal sebagai ilmu tanah.
Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi.
Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah

Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan organisme, membentuk tubuh unik yang menutupi batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai ''pedogenesis''. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai horizon tanah. Setiap horizon menceritakan mengenai asal dan proses-proses fisika, kimia, dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.
Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swiss yang bekerja di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa tanah terbentuk dari bahan induk yang telah mengalami modifikasi/pelapukan akibat dinamika faktor iklim, organisme (termasuk manusia), dan relief permukaan bumi (topografi) seiring dengan berjalannya waktu. Berdasarkan dinamika kelima faktor tersebut terbentuklah berbagai jenis tanah dan dapat dilakukan klasifikasi tanah.


Tubuh tanah (solum) tidak lain adalah batuan yang melapuk dan mengalami proses pembentukan lanjutan. Usia tanah yang ditemukan saat ini tidak ada yang lebih tua daripada periode Tersier dan kebanyakan terbentuk dari masa Pleistosen.
Tubuh tanah terbentuk dari campuran bahan organik dan mineral. Tanah non-organik atau tanah mineral terbentuk dari batuan sehingga ia mengandung mineral. Sebaliknya, tanah organik (organosol/humosol) terbentuk dari pemadatan terhadap bahan organik yang terdegradasi.
Tanah organik berwarna hitam dan merupakan pembentuk utama lahan gambut dan kelak dapat menjadi batu bara. Tanah organik cenderung memiliki keasaman tinggi karena mengandung beberapa asam organik (substansi humik) hasil dekomposisi berbagai bahan organik. Kelompok tanah ini biasanya miskin mineral, pasokan mineral berasal dari aliran air atau hasil dekomposisi jaringan makhluk hidup. Tanah organik dapat ditanami karena memiliki sifat fisik gembur (sarang) sehingga mampu menyimpan cukup air namun karena memiliki keasaman tinggi sebagian besar tanaman pangan akan memberikan hasil terbatas dan di bawah capaian optimum.

Tanah non-organik didominasi oleh mineral. Mineral ini membentuk partikel pembentuk tanah. Tekstur tanah demikian ditentukan oleh komposisi tiga partikel pembentuk tanah: pasir, lanau (debu), dan lempung. Tanah pasiran didominasi oleh pasir, tanah lempungan didominasi oleh lempung. Tanah dengan komposisi pasir, lanau, dan lempung yang seimbang dikenal sebagai geluh (loam).
Warna tanah merupakan ciri utama yang paling mudah diingat orang. Warna tanah sangat bervariasi, mulai dari hitam kelam, coklat, merah bata, jingga, kuning, hingga putih. Selain itu, tanah dapat memiliki lapisan-lapisan dengan perbedaan warna yang kontras sebagai akibat proses kimia (pengasaman) atau pencucian (leaching). Tanah berwarna hitam atau gelap seringkali menandakan kehadiran bahan organik yang tinggi, baik karena pelapukan vegetasi maupun proses pengendapan di rawa-rawa. Warna gelap juga dapat disebabkan oleh kehadiran mangan, belerang, dan nitrogen. Warna tanah kemerahan atau kekuningan biasanya disebabkan kandungan besi teroksidasi yang tinggi; warna yang berbeda terjadi karena pengaruh kondisi proses kimia pembentukannya. Suasana aerobik/oksidatif menghasilkan warna yang seragam atau perubahan warna bertahap, sedangkan suasana anaerobik/reduktif membawa pada pola warna yang bertotol-totol atau warna yang terkonsentrasi.

Struktur tanah merupakan karakteristik fisik tanah yang terbentuk dari komposisi antara agregat (butir) tanah dan ruang antaragregat. Tanah tersusun dari tiga fase: fase padatan, fase cair, dan fase gas. Fasa cair dan gas mengisi ruang antaragregat. Struktur tanah tergantung dari imbangan ketiga faktor penyusun ini. Ruang antaragregat disebut sebagai porus (jamak pori). Struktur tanah baik bagi perakaran apabila pori berukuran besar (makropori) terisi udara dan pori berukuran kecil (mikropori) terisi air. Tanah yang gembur (sarang) memiliki agregat yang cukup besar dengan makropori dan mikropori yang seimbang. Tanah menjadi semakin liat apabila berlebihan lempung sehingga kekurangan makropori.